Keesokan harinya, Alvira tetap berangkat ke sekolahan. Dia seperti biasanya di temani oleh sopir pribadinya, Mang g*n untuk mengantar dirinya disekolah. Alvira turun dari mobil, dan kemudian gadis itu masuk ke dalam sekolahannya. Saat masuk, dia tak sengaja melihat Luna, dan Hema berbincang. Saat Luna menyadari kehadiran Alvira, gadis itu lalu melambaikan tangan dan tersenyum hangat kepada gadis itu. Alvira yang menyadarinya langsung melengos dan memutuskan naik ke atas untuk ke kelasnya. Dia cepat – cepat naik tangga dan masuk ke dalam kelasnya. Dian, yang baru saja akan masuk melihat Alvira merasa sangat heran. “Eh, anak itu kenapa dah. Kayaknya kemarin seneng – seneng aja. Eh sekarang kok murung begono?” Aura yang akan masuk ke dalam kelas, melihat Dian yang menghadang pintu masuk

