48: NYERI HANTU

1527 Kata

Dirga masuk kembali ke dalam mobilnya seraya mendengus keras. Andien yang menunggu sang suami di dalam kendaraan itu mengerutkan kening, heran melihat gurat kesal di wajah Dirga. “Kenapa sayang?” “Entah kenapa aku malu beli pengaman begini di sini.” Andien malah terkekeh. “Kalau di London ga malu?” “Ngga.” jawab Dirga singkat. “Karena di sana lumrah kali, ada dispensernya malah kan?” “Mungkin sih.” “Sering beli permen karet begitu?” Dirga tertawa renyah mendengar istilah yang Andien gunakan. “Sejak divorce ya ngga sayang. Kepingin aja ngga!” “Padahal kata orang-orang kalau duda malah ga tahan ga gituan.” gumam Andien. “Ya mereka kan normal. Aku kan abdormal! Gak bunuh diri aja udah syukur.” “Kak Dirga iiih!” Dirga terkekeh. “Lagian ngeselin banget ya, udah hal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN