April melayangkan bogem mentahnya berkali-kali ke wajah pria berjaket kulit itu. Hingga pria itu terhuyung meniban dan menghancurkan sebuah kursi kayu di ruang rawat inap Andien. Pria itu tersungkur tepat di depan pintu keluar masuk khusus bagi keluarga pasien. Manik mata Andien membola melihat betapa piawainya April menghajar b******n yang menyelinap ke kamarnya untuk menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuh Andien. Pintu di hadapan pria itu terbuka, Ari dan dua orang security muncul di sana. "Udah kelar?" Tanyanya pada April. "Udah, cemen ternyata." Jawab April, pongah. Ari tertawa renyah. Kedua security mengamankan pria yang tak mereka kenali itu. Pria itu menatap garang pada mereka berdua dan juga Andien. Ari menggeleng membalas tatapan sang penyusup. "Jangan kebanyakan ting

