46: KEKURANGANKU

2219 Kata

Pagi itu, baik Andien maupun Dirga masih sama-sama terlelap. Dirga ikut tidur di bed pasien, memeluk istrinya semalaman. Kebiasaan Andien yang terbangun dini hari dan melabuhkan kecupan singkat pada suaminya pun masih sama. Entah sangkin lelahnya, atau karena baru semalam mereka merasakan tidur yang begitu tenang, mereka bahkan tidak menyadari seseorang pria masuk dan tersenyum melihat keduanya. Pria itu menepuk-nepuk kaki Dirga. Dirga membuka netranya perlahan. Menatap orang yang mengganggunya, lalu duduk dan tersenyum. Alex melangkah ke sisi Dirga, memeluknya erat. "Subuhan ga lo tadi?" Dirga mengangguk. Melirik jam dinding di depannya. "Tidur lagi tadi. Lagi di sini, Lex?" "Ada seminar kebidanan tiga hari kemarin. Semalam ada dinner sama beberapa senior dan sejawat. Jadi bar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN