“Mr. Harold?” Dirga tak menyangka dengan kehadiran seorang pria di balik pintu rumahnya. Pria itu membawa sebuah paper bag dengan nama toko mainan tempatnya bekerja. “Mr. Pranata.” “Ada yang bisa saya bantu?” “Saya ingin bertemu dengan putera Anda.” Dirga mendengus. Menatap lekat pria yang lebih muda beberapa tahun darinya itu. “Silahkan masuk.” ujar Dirga hangat. Tak menunggu lama, El datang mendekat, bersama Dirga dan Andien di belakangnya. “Ada apa?” tanya El dingin pada pria itu begitu ia dan kedua orang tuanya duduk di satu sofa panjang berhadapan dengan Harold. Andien mengulurkan satu tangannya, mengusap lembut punggung Eldra. “Saya ke sini untuk meminta maaf.” “Tentang?” “Kesalahan saya sudah menuduhmu mencuri di toko kami tempo hari.” Eldra terdiam. Ia lal

