"Sayang, something happened with Anne." Dirga dan Ken baru saja turun dari deep black pearl Volkswagen Golf milik Dirga, bahkan handle pintu mobil itu masih digenggamannya. Dirga menutup pintu mobil, merangkul Andien, melabuhkan ciuman hangat di kening dan bibir isterinya. "I'm home, sayang." "Sayang..." rengek Andien. "Tenang... Pelan–pelan, cerita ke aku ada apa sama Anne." "Dua hari belakangan dia murung, terutama pulang sekolah. Biasanya kan berantem sama Cantika, main sama twinny, tapi ini jadi banyak ngurung diri di kamar. Aku udah tanya El, El ga tau, tapi Anne memang sering kelihatan sedih katanya. Dan tadi pulang sekolah dia nangis. Aku udah coba ajak ngomong, tapi malah makin nangis dan sekarang ga mau keluar dari kamar." "Okey..." "Anne belum makan dari pulang seko

