“Sayang...” panggil Dirga saat Andien sedang merapihkan pakaian mereka ke dalam walk in closet. “Apa?” “Sini sebentar.” Andien menghentikan kegiatannya, lalu bergabung bersama Dirga di atas ranjang mereka. “Ada apa?” “Tadi pagi kami RUPS.” “Iya, Kak Dirga udah bilang kok.” “Ada satu hal yang belum bisa diputusin.” “Soal?” “Dana yang sempat beku punya Bram.” “Oh, mau diapain?” “Nah itu sayang, menurut kamu gimana?” “Balikin aja ke si Bram! Ngapain megang uang panas gitu?” “Kan mereka dipenjara sayang... Kalau kita kasih ke mereka nanti mereka ngadi-ngadi gimana?” “Maksudnya?” “Ya namanya orang jahat pegang uang, who knows?” Andien mengerucutkan bibirnya, ekspresi khasnya saat sedang berpikir keras. ‘Cup!’ ‘Cup!’ ‘Cup!’ “Kak Dirga!” omel Andien. “Abi

