Baru kali ini Shaka bisa melihat Fallany yang tertawa sambil terus menyaka air matanya yang jatuh di pipi perempuan itu, dulu, dulu sekali ia masih dengan jelas ingat kalau perempuan itu menangis, benar-benar yang menangis, meneriaki nama Jefri kalau perempuan itu merindukan laki-laki itu, tapi sekarang saat ini perempuan itu menangis sambil tertawa, menertawai kalau dirinya kembali jatuh lagi. “Fal, tenang, tenang.” Shaka mencoba untuk menenangkan Fallany yang semakin nyaring isakannya itu, laki-laki itu meletakan ponsel yang berada di genggaman Fallany ke atas meja yang ada di sana, menjauhkan benda sialan itu dari temannya itu. Riel benar-benar harus menahan napasnya saat melihat Fallany yang terlihat semakin hancur itu, laki-laki itu tidak bisa lagi me

