84. Apa yang Riel lihat.

1067 Kata

 Riel tersenyum geli, laki-laki itu memilih memindahkan posisi duduknya yang semula duduk di single bad kini beralih pada samping Fallany, laki-laki itu menjulurkan tangannya, menghapus jejak air mata yang masih ada di pipi perempuan itu, sejak tadi Fallany memang masih menangis, tapi tanpa suara, Fallany jelas malu, ia tidak ingin menangis dihadapan Shaka dan juga Riel, tapi perasaan itu masih saja terasa menyakitkan, ia merasa bahwa dunianya seakan runtuh, padahal sejak awal ia sudah cukup mengetahui kalau Jimmy tengah bermain api di belakangnya.                “Hey tuan putri udah jangan nangis lagi,” ucap Riel lagi, Riel tertawa sambil terus menghapus jejak air mata di pipi permeuan itu, menggoda perempuan itu.                Fallany ingin menghentikan tangisnya, tapi saat ditegur se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN