Setelah Kaira pergi, Martin kembali duduk sambil menatap gelas bekas Kaira pakai. Martin kembali mengingat Kaira yang mabuk. Flashback on. “Kenapa melihatku seperti itu?” tanya Martin merasa tak nyaman. “Sekarang di mataku tidak tertulis ‘aku menyukaimu’ kan?” tanya Kaira yang sedang mabuk. Martin terlihat bingung dengan perkataan Kaira yang mabuk. Namun detik berikutnya, Martin baru tersadar dengan maksud dari perkataan Kaira. “A-apa terlihat jelas?” tanya Kaira kembali. Martin menutup wajahnya karena malu, “Aku tidak tahu, karena tidak terlihat.” “Syukurlah, aku sudah khawatir ketahuan,” ucap Kaira sambil menghela napas panjang. Martin menatap Kaira, “Bagaimana bisa bersyukur?! Sekarang kau sudah mengatakan semuanya,” pikir Martin. Martin pun mengingat saat pertama kali dia be

