“Selly, kenapa kau keluar dari ruang itu?” tanya Frans. “Apa yang kau katakan tadi itu semua sungguhan?” tanya Selly yang menatap ke arah Frans. Frans terdiri, sejenak dia bingung harus mengatakan apa. “Pada akhirnya dia mendengar semuanya,” ucap Frans dalam hatinya. “Lupakan semua yang tadi aku katakan.” “Lupakan katamu? Kenapa kau tidak pernah mengatakannya??” Selly mulai emosi mendengar perkataan Frans yang seakan pembicaraan tadi tidak ada artinya. Frans tidak berani menatap Selly, “Itu karena.., kalau aku mengatakannya. Aku pasti tidak akan mau berpisah.” “Kenapa kita harus berpisah? Meski nenek menyulitkanku, aku sudah bertahan dengan baik selama 1 tahun ini,” ucap Selly yang berusaha untuk kuat. “Kenapa? Kenapa kau menahannya? Padahal kau sudah diremehkan dan dipukul,” sahut

