Bab 30. Semakin Berani Melawan

1133 Kata

"Siapa di luar?" tanyanya, suaranya berat dan parau karena gugup. Tak ada jawaban. Ketukan itu berhenti, tapi sejenak kemudian, suara langkah kaki terdengar menjauh. Yudhis menghela napas lega. "Astaga, aku tidak bisa terus seperti ini," gumamnya, tangan kirinya menyeka dahi yang basah, sementara tangan kanan merogoh ponsel di saku. Ia membuka layar untuk mengecek pesan terakhir dari Damian, yang berisi ancaman singkat. [Jika kau gagal, jangan harap bisa hidup tenang!] Tiba-tiba, suara ketukan terdengar lagi, kali ini lebih pelan. Yudhis hampir melompat. Tubuhnya menegang, kepanikan kembali melanda. “Yudhis? Kau di dalam?” Suara seorang pria, salah satu staf dari divisi logistik, terdengar dari luar. Yudhis menatap pintu dengan tatapan kosong. Tangan gemetar, ia menjawab dengan suar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN