Bab 31. Masuk Angin

1136 Kata

"Pak, tolong jaga sikap," katanya dengan nada tegas, meskipun ada getaran samar di suaranya. Ia segera membaringkan Lily di boks bayi, memastikan bayi mungil itu tetap nyaman dalam tidurnya. Austin tidak mundur. Sebaliknya, ia tetap berdiri di tempatnya, kedua tangannya kini dimasukkan ke saku celana. Matanya yang tajam menatap Daisy seperti pemangsa yang mengawasi mangsanya. "Apa aku melakukan sesuatu yang salah?" tanyanya dingin, suaranya terdengar menusuk. Daisy berbalik dengan cepat, menatap Austin dengan sorot mata penuh kemarahan. "Pak Austin, Anda tidak bisa terus begini. Saya di sini untuk bekerja, bukan untuk jadi sasaran perlakuan kurang ajar seperti tadi." Austin tersenyum tipis, tapi senyumnya tidak sampai ke mata. "Kurang ajar? Kau terlalu berlebihan, Daisy. Aku hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN