Malam itu, Daisy terbangun dengan perut yang terasa lapar. Setelah seharian terbaring karena mual, tubuhnya kini mulai merasa lebih segar. Ia melirik jam di ponselnya—pukul dua pagi. Daisy hanya mengenakan lingerie tipis berwarna merah. Bahannya hampir transparan, memperlihatkan siluet tubuhnya dengan jelas. Tampak kontras dengan kulit putihnya yang bersinar di bawah cahaya remang lorong rumah. "Lagian siapa yang masih bangun jam segini? Pasti lagi pada tidur," gumamnya. Namun, saat tiba di dapur, langkahnya terhenti mendadak. Pemandangan tak terduga menyambutnya—Austin sedang berdiri di dekat meja dapur, hanya mengenakan boxer, tubuh bagian atasnya polos. Otot dadanya terlihat jelas, dengan kulit putih yang berkilau di bawah lampu dapur yang hangat. Mata elang itu langsung menangkap

