Bab 19. Diculik

1053 Kata

Daisy terbangun saat mendengar suara tangisan Lily. Napasnya tertahan ketika menyadari tubuhnya naked tanpa sehelai benang pun, sementara tangan kekar Austin melingkar erat di perutnya, menahannya seolah ia tak akan diizinkan pergi. Dengan gerakan cepat, ia melepaskan tangan pria itu dari tubuhnya. "Pak Austin!" gumamnya dengan suara bergetar. Namun, Austin tidak bereaksi, masih tertidur dengan wajah yang tampak tenang di balik bayangan malam. Menahan air mata yang mengalir di pipinya, Daisy bangkit. Seluruh tubuhnya terasa berat, terutama pangkal pahanya yang masih terasa panas dan perih akibat perlakuan Austin beberapa saat lalu. Ia menggigit bibir, mencoba menahan isakan tangis yang hampir lolos. Daisy segera meraih pakaian yang tergeletak di lantai. Rok panjangnya ia kenakan dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN