Mobil melaju cepat kembali menuju vila. Austin menatap fokus pada jalan, matanya tajam menyorot ke depan. Daisy duduk di kursi samping, menggenggam erat ujung jaket yang melilit tubuhnya, jaket milik Austin yang dipakaikan di tubuhnya. Sesekali, ia melirik Austin, tetapi cepat-cepat mengalihkan pandangannya begitu pria itu menoleh ke arahannya. Setelah sampai di vila, Austin segera menghentikan mobil di depan pintu. Tanpa berkata apa-apa, ia membuka pintu mobil dan melangkah keluar. Daisy mengikutinya dengan langkah ragu, matanya melirik ke segala arah, seolah masih trauma. "Masuk!" perintah Austin singkat, suaranya serak dan penuh ketegasan. Daisy berdiri di depan pintu, masih enggan melangkah lebih jauh. Austin yang melihatnya hanya menghela napas kasar. "Kau akan berdiri di sini s

