"Untuk malam ini, tolong izinkan saya sendirian dulu, Pak. Saya tahu Anda atasan saya, tapi saya benar-benar butuh ruang untuk menenangkan diri." Setelah makan malam yang penuh keterpaksaan itu, Daisy kembali ke kamar Lily. Ia ingin menghindari Austin sebanyak mungkin. Ia menyibukkan diri dengan memeriksa bayi kecil itu yang sedang tertidur pulas di boksnya. Sesekali ia membenarkan selimut Lily, memastikan bayinya tetap nyaman. Namun, meskipun ia sudah berusaha menjaga jarak, Daisy tahu bahwa ia tidak bisa sepenuhnya menghindari Austin. Pria itu terlalu dominan. Sementara itu, Austin berdiri di luar kamar, memandangi pintu yang tertutup. Tatapannya tajam, tapi ada keraguan di matanya. Setelah beberapa saat, ia akhirnya menghela napas panjang dan mengetuk pintu. “Daisy, aku masuk,” ka

