Bab 23. Masih Perhatian

1064 Kata

"Makan siang, ya?" gumam gadis cantik itu. Daisy menatap Austin dengan tatapan kosong, mencoba menahan kebingungannya. Suaranya terdengar tenang, meskipun hati kecilnya berontak. “Saya harus menjaga Lily, Pak, maaf,” jawabnya pelan, menunduk untuk menghindari tatapan Austin yang semakin tajam. “Takut dia bangun nanti.” Austin menatapnya sejenak, ekspresinya tak terbaca. Namun, ia akhirnya mengangguk pelan, seolah mengerti. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia berbalik dan melangkah pergi. Setelah beberapa saat, Daisy menatap ke sekeliling ruangan yang sepi. Keheningan itu mencekik, membuatnya semakin terisolasi. Ia tahu ia harus berhadapan dengan kenyataan, kenyataan yang tak pernah ia inginkan, kenyataan tentang hubungannya dengan Austin yang kini semakin membingungkan. "Kenapa Pak Austin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN