"Aku mau berendam bersamamu," bisik Austin, bak embusan udara dingin yang menyapu leher jenjang Daisy. Daisy berdiri di samping bak mandi, matanya tak dapat menghindar dari tatapan tegas Austin. Austin semakin mendekat, matanya menyusuri wajah Daisy yang kini tampak semakin cemas. “Daisy,” suara Austin mengalun dalam, penuh ketegasan, tapi ada sesuatu yang lebih lembut, yang tersirat di sana, “Aku lelah.” Ia menghentikan langkahnya tepat di belakang Daisy, memeluk tubuh mungil perlahan. “Kau tidak tahu betapa banyak masalah yang harus aku hadapi di perusahaan.” Daisy menunduk, mencoba menahan diri agar tidak merasa terlalu terintimidasi. “Saya ... saya bisa membantu dengan hal lain, Pak. Tapi maaf, bukan dengan berendam bersama.” Austin menghela napas panjang, matanya kini terfokus me

