Bab 27. Masalah di Perusahaan

1108 Kata

Austin melangkah keluar dari mansion dengan langkah mantap. Setelan jas hitamnya dipadukan dengan dasi berwarna biru gelap. Ia tak banyak bicara selama perjalanan, hanya memberi anggukan singkat pada supir yang membukakan pintu mobil. Pandangannya lurus, tatapannya tajam, seolah tidak ada ruang untuk basa-basi. Begitu tiba di kantornya, sebuah gedung pencakar langit yang menjulang megah di pusat kota, Austin disambut oleh para staf yang langsung berbaris rapi. Semua membungkuk hormat ketika ia lewat. “Selamat pagi, Tuan Austin,” kata seorang sekretarisnya, Maya, sambil menyerahkan tablet berisi jadwal dan laporan pagi. Austin hanya mengangguk, tidak menjawab. Ia mengambil tablet itu tanpa melihat Maya, lalu melangkah menuju ruang kerjanya. Maya dan beberapa staf lainnya saling bertuka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN