Sepulangnya para tamu, Austin menuju kamar Lily, menemui Daisy tengah menidurkan putrinya. Ketika pintu terbuka, Austin berdiri di ambang pintu, menatap Daisy dengan ekspresi dingin. Daisy yang sedang duduk di samping tempat tidur, mengelus lembut kepala Lily, tidak berani menatap Austin. Namun, ia merasakan kedatangan Austin yang hampir selalu membuat suasana jadi lebih tegang. “Aku ingin kau ingat satu hal. Jangan berani berdekatan dengan pria asing di sini, Daisy. Kau tahu posisimu di sini, kan?! Hanya ibu s**u, dan tidak lebih dari itu. Mansion ini tempatmu bekerja, bukan tempatmu berkenalan dengan pria asing!” desis pria itu. Daisy menundukkan kepalanya, hanya mendengarkan kata-kata Austin tanpa membalas apapun. Pria itu kini mendekat, berdiri di samping tempat tidur dengan sorot

