Daisy duduk di kursi dekat ranjang Lily, memandangi halaman demi halaman sebuah buku kecil yang ia temukan. Matanya terpaku pada tulisan tangan yang sudah mulai memudar, mencoba memahami maksud dari setiap kata. Namun, belum sempat ia membaca lebih jauh, suara langkah kaki terdengar semakin mendekat ke arah kamar. Jantung Daisy berdegup kencang. Ia langsung menutup buku itu dengan cepat, menyelipkannya di balik bajunya, dan berdiri menghampiri ranjang Lily. Ia berpura-pura membelai kepala bayi mungil itu yang masih tertidur pulas. Pintu kamar terbuka perlahan, dan sosok Austin berdiri di sana. Wajahnya datar dan dingin seperti biasa. “Daisy,” panggilnya singkat. Daisy menoleh cepat, berusaha bersikap tenang meskipun napasnya masih belum teratur. "Iya, Pak?" Austin melangkah masuk deng

