BAB 17. Satu Kamar

1071 Kata

Daisy menunduk, fokus menyusui Lily yang tampak tenang setelah tangisannya reda. Ia berusaha menutupi dirinya dengan selimut. Sementara itu, Austin duduk bersandar di kursinya, matanya menerawang keluar jendela. Namun, tiba-tiba dering ponsel memecah suasana. Austin merogoh saku jasnya dengan gerakan cepat, menarik ponselnya, dan menatap layar yang menunjukkan nomor tak dikenal. Alisnya mengernyit. "Siapa lagi ini?" gumam Austin dengan nada datar. Ia melirik sekilas ke arah Daisy, lalu menjawab telepon itu dengan malas. "Halo?" Tidak ada jawaban selama beberapa detik, hanya suara napas pelan dari seberang. Austin mulai kehilangan kesabaran. "Halo? Siapa ini?" tanyanya lagi, kali ini lebih keras. Akhirnya, terdengar suara berat dari seberang. "Sudah sampai mana? Aku sudah menunggumu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN