Bab 35. Penyesalan

1294 Kata

"Kita santai saja, ya, Daisy. Anggap dokter ini temanmu, dan jangan sungkan untuk cerita. Kamu harus rileks dan nyaman, oke," ucap Dokter dengan nada ramah dan senyum hangat yang langsung diangguki oleh Daisy. Suara monitor di ruang penanganan berdentang pelan, menjadi satu-satunya musik di antara kekhawatiran. Daisy terbaring lemah, matanya setengah terpejam. Dokter kandungan memeriksa hasil USG. Perawat di sisinya sibuk menyiapkan alat tambahan, sesekali melirik Daisy yang wajahnya tampak pucat. "Daisy, coba berikan skala rasa sakitnya dari satu sampai sepuluh," tanya dokter dengan lembut, sembari mencatat. “Delapan,” bisik Daisy, hampir tidak terdengar. Tubuhnya menggigil kecil saat dokter memegang perutnya untuk pemeriksaan palpasi. Sang dokter mengangguk pelan, lalu menatap lay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN