"Susah banget ketemu sama kamu. Dari kemarin aku cariin, tapi enggak ketemu juga." Ana tersenyum ketika melihat Nadia bersungut-sungut mendatanginya. Gadis itu tampil cantik seperti biasa dengan blouse cantik dan cardigan berwarna putih. Rambutnya diikat menjadi satu. "Iya, kan kemarin aku nemenin Bagas di rumah sakit. Sampai Mama Papanya datang," jawab Ana. Nadia mengambil duduk di depannya, memasang wajah serius. "Oh iya ya. Aku denger kabarnya kemarin, sempat kaget sih karena enggak nyangka aja cowok bar-bar itu kecelakaan. Aku juga sempet kepikiran kalau kamu mungkin nemenin dia, tapi aku belum sempat hubungin kamu kemarin karena lagi ribet." Lalu gadis itu membenarkan letak duduknya yang saat ini sedang berada di salah satu kedai bazar. Sesaat lalu Ana memang sengaja mencari ba

