"Maafin loh, Mama jadi ngerepotin Ana terus. Bagas memang dari dulu kerjaannya cuma bikin ulah doang, pusing Mama jadinya." Ana tertawa menanggapi ucapan seorang wanita paruh baya di depannya. Sedangkan Bagas justru bersungut-sungut, tidak terima karena Mamanya menyebut dirinya sebagai pembuat ulah. "Aku kecelakaan loh, Ma. Mana ada aku bikin ulah? Kecuali kalau aku kecelakaan karena ikutan balap liar, baru deh bisa disebut begitu. Ini kan karena aku mau ambil perlengkapan buat kegiatan kuliah," kilah Bagas. Mendengar penjelasan darinya, Sang Mama seperti diingatkan akan sesuatu. "Oh iya. Kamu kan kecelakaan karena urusan kuliah, temen kamu ada yang jenguk kesini enggak? Misalnya ketuanya atau penanggung jawab Mahasiswa gitu?" Ana dan Bagas sontak saling pandang. "Ketua kegiatannya u

