Lima puluh lima

1515 Kata

"Semuanya baik-baik aja?" Baru satu langkah dan Ana sudah disuguhi dengan pertanyaan seperti itu dari Bagas. Raut wajah pria itu nampak sangat cemas, bahkan sepertinya semenjak Ana pergi Bagas tidak kembali berbaring di tempat tidurnya. "Kaki kamu masih belum baik, kamu enggak boleh berdiri lama-lama," ujar Ana memperingati. Tapi Bagas justru berdecak pelan. "Itu enggak penting sekarang, An. Gue mau tahu gimana jadinya? Gimana keadaan Dean?" Tersenyum tipis, Ana berjalan mendekat. Dia menyentuh lengan Bagas dan memaksa pria itu untuk kembali ke kasurnya. "Seenggaknya kamu harus duduk, aku enggak mau bolak-balik makin lama ke rumah sakit karena kamu enggak sembuh-sembuh," ujarnya. Untungnya kali ini Bagas menurut, pria itu duduk di atas kasur sambil ber selonjoran kaki. "Jadi gimana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN