Deanova berjalan tenang memasuki rumah sakit. Dia agak sedikit tidak nyaman dengan bau khas rumah sakit yang entah kenapa membuatnya sakit kepala. Berjalan melewati banyaknya orang yang sedang menunggu di loket pendaftaran, dia naik ke lantai dua dimana ruangan Bagas berada. Untung dia masih ingat dimana pria menyebalkan itu dirawat, namun ingatan yang muncul saat Ana berbicara santai dan akrab dengan keluarga Bagas membuat dirinya mendadak menjadi kesal. Melewati koridor yang tidak begitu ramai, Deanova akhirnya sampai di sebuah ruangan yang dia ingat adalah tempat Bagas dirawat. Dia lebih dulu melongok dari kaca persegi yang ada di pintu, memastikan bahwa Ana ada di dalamnya. Bibirnya menyunggingkan senyum mendapati gadis itu sedang memegangi burger dan menyantapnya perlahan. Rencan

