"Kamu beneran yakin mau turun sendirian?" Nadia bertanya panik, pasalnya mereka kini sudah berada di depan rumah yang katanya adalah rumah keluarga Aurel. Ana bahkan sudah turun dari mobil dan bersiap untuk mendekat ke arah rumah itu. "Enggak apa-apa. Asalkan kamu stand by sama HP dan juga nomor darurat ya?" Meksi pun tidak yakin, namun Nadia akhirnya mengangguk juga. "Kamu harus hati-hati," pesannya kepada Ana. Ana membagi senyum sambil mengangguk, dia berjalan ke arah pagar rumah, menekan bel di depannya hingga beberapa saat kemudian seorang wanita tua keluar dengan tergopoh. "Cari siapa, Non?" Ana tersenyum ramah, "Saya cari Aurel, Bu. Saya teman kuliahnya." Wanita tua itu tampak ragu, lalu kemudian mengangguk. "Tunggu sebentar ya!" Hujan masih turun rintik-rintik, menambah g

