"Iya, aku enggak sendirian kok. Aku lagi sama Nadia dan motornya aku tinggal di kampus. Kamu tenang aja." Ana menoleh ke samping kirinya dimana hujan mulai berjatuhan dan membasahi kaca mobil Nadia. Tadi saat dia hendak meninggalkan kampus, tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya sehingga Ana harus menepi untuk beberapa saat. Kemudian Nadia menawarinya untuk pulang bersama menggunakan mobilnya dan meninggalkan motor Ana di kampus. Karena Ana merasa terdesak dan juga harus buru-buru meninggalkan kampus, maka dia akhirnya setuju. Dengan bantuan dari Nadia dan juga earphones yang menyumbat kedua telinganya, Ana berhasil sampai di parkiran dan langsung bergegas masuk ke dalam mobil. Nadia yang belum tahu tentang phobia-nya justru kebingungan, sampai akhirnya Ana menceritakan secara gari

