"Apa nih?" Bagas menatap bergantian pada dua manusia yang berdiri di depannya. "Lo kesini buat minta maaf sama gue?" tanyanya lagi pada Deanova yang sejak tadi menatap ragu padanya. Pria yang ditanya justru menoleh lebih dulu pada Ana sehingga membaut Bagas mendengus, kemudian setelah melihat Ana mengangguk, baru lah Deanova ikut mengangguk. "Iya. Maaf karena selama ini enggak inget sama lo dan juga udah enggak ramah sama lo," ucap Deanova. Bagas mencibir. "Gue enggak mau nerima permintaan maaf lo yang enggak tulus itu. Lo pasti datang kesini buat minta maaf karena disuruh sama Ana kan?" Dengan polosnya, Deanova mengangguk. "Iya." Bagas menatap kesal pada pria yang sebenarnya adalah teman SMA nya itu. Dia nyaris saja berkeinginan untuk melempar wajah menyebalkan Deanova dengan vas bun

