69-Adik dan Kakak

1103 Kata

Suara tangisan bayi terdengar memenuhi lantai dua. Bahkan, suaranya sampai ke lantai satu. Syakilla yang sedang memotong tomat pun mendesah pelan mendengar suara itu. Semenjak dua tahun lalu, rumah selalu ramai. "Mas, itu anaknya tolong urusin!" teriak Syakilla. Dia harus segera memasak sebelum suaminya kerja. Fauzan yang duduk tak jauh darinya pun mengangguk. Berjalan menuju lantai dua. Sama seperti Syakilla, dia mendesah pelan. Entah kenapa kedua anaknya tak bisa akur. Yang satu jahilnya keterlaluan, yang satu terlalu cengeng. Dua tahun yang lalu, Syakilla melahirkan bayi perempuan yang cantik dan mirip dengannya. Dia memberikan nama Azizah Humairah. Beberapa orang memanggil Ara. Bayi cantik yang selalu jadi rebutan keluarganya. Kedua matanya melotot saat melihat keadaan kamar tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN