31-Pingsan

1736 Kata

"Aku tak mampir, ya!" ujar Fauzan tanpa menoleh ke arah Syakilla. "Iya, terima kasih. Selamat malam, dan hati-hati," jawab Syakilla. Dia tahu Fauzan masih kecewa padanya. Fauzan mengangguk lalu mengemudikan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Syakilla. Syakilla tidak melambaikan tangannya, dia langsung masuk ke dalam rumah yang selama ini dia tinggalkan. Suasana rumah begitu sepi, untungnya satpam tak bertanya lagi. Karena begitu sulit membedakan antara Syakilla dan Kalila. Hanya orang tuanya dan Ardian yang bisa membedakan. Bahkan, Bi Isti—pembantu mereka yang telah lama bekerja di sini pun begitu sulit membedakannya dengan Kalila. Syakilla menarik koper menuju kamarnya. Dibukanya pelan pintu kamarnya yang tampak bersih, dan rapi. Dia hanya heran kenapa suasana rumah begitu sepi. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN