"Tumben kamu ngajak ketemu?" Dahi Fauzan berkerut. Tak biasanya Syakilla mengajaknya ketemu lebih dulu jika bukan menyangkut hal penting. Dia berharap tidak ada hal buruk yang akan disampaikan oleh Syakilla. Udara malam membuat Fauzan sedikit kedinginan karena memakai baju yang tipia dan pendek. Dia baru saja selesai mandi karena seharian penuh membantu sang papa menyelesaikan pekerjaannya. Dia dan Syakilla duduk berduaan dengan jarak yang jauh, tetapi ada Ardian yang mengawasi dirinya dan Syakilla. Dia tahu ini demi kebaikan dirinya. Andai Syakilla mau diajak menikah sekarang, sudah pasti akan dia lakukan. Walau begitu, dia tetap menghargai keinginan Syakilla. Karena dia cinta, dia bisa menunggu. "Sebenarnya aku ingin bertanya suatu hal padamu. Boleh tidak?" Fauzan terkekeh pelan. "

