Syakilla mengetuk pintu kamar Ardian. Ada suatu hal yang ingin dia bicarakan terkait perjodohan antara Ardian dan soal pernikahan. Dia merasa bersalah jika akhirnya Ardian memilih menikah setelah melihatnya menikah. Dia rasa itu bukan hal yang tepat, terlebih pandangan beberapa orang terkait anak kedua menikah lebih dulu daripada anak pertama. "Masuk!" Suara Ardian menyambut indera pendengarannya. Syakilla masuk ke kamar luas dengan cat tembok berwarna hitam dan biru. Ardian baru saja mengganti cat tembok kamarnya beberapa waktu lalu. Ardian mendongakkan kepala, dia tersenyum melihat Syakilla ada dihadapannya. Dia meminta Syakilla duduk. Dia sedang mengetik sesuatu di laptopnya. "Kakak tahu kamu ke sini pasti ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan. Katakan saja pada kakak!" "Kakak sep

