Semakin hari kondisi Kalila memperihatinkan. Wajah pucat, flu yang tak berkesudahan. Para karyawan yang melihatnya pun merasa iba. Entah apa yang terjadi pada wanita cantik itu. Kalila bahkan tak sempat melakukan perawatan. Kamar itu penuh dengan tisu yang berserakan. Nafasnya begitu memberat. Lagi-lagi dia mengambil izin. Waktu begitu cepat berjalan, sudah setahun dia berada di sini. Sudah setahun pula dia merasakan kesepian ini. Namun, sekarang dia memiliki sebuah ponsel dari hasil dia bekerja selama ini. Tak begitu mahal, tetapi mampu membuatnya terhibur dikala sepi. Tubuhnya yang lemah, berat badan yang turun drastis karena dia makan tak beraturan. Kalila beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Dia akan menuju panti asuhan, setelah itu jalan-jalan sejenak mencari udara segar. Ka

