"Fauzan sudah menjemputmu di depan!" Nada dingin yang meluncur dari Ardian menyambut indera pendengaran Kalila. Wanita itu dengan segera menyelesaikan tugasnya yakni merias diri. Hal yang tak biasa dia lakukan. Sebelum melangkah pergi, Ardian berkata, "Cepat selesaikan tugasmu dengan baik! Jangan menundanya. Kamu tahu jelas apa keinginan papa. Jangan sampai kamu mencintai lelaki yang telah menjadi tunangan Syakilla." Kalila merasa geram mendengarnya. "Syakilla sudah tiada." "Memangnya kenapa kalau sudah tiada? Kalian berbeda. Dan, kamu tetap tidak bisa bersama Fauzan." Lagian Kalila tidak berminat untuk mencintai Fauzan. Fokusnya yaitu memperbaiki keluarganya dan mencintai dirinya. Kebersamaan itu yang dia rindukan. Bukan soal cinta kepada lawan jenis. "Kenapa sih kakak selalu bersika

