"Lelahnya hari ini. Udah jarang masuk kelas, kasih tugas rajin bener," keluh Tiara sambil meletakkan kepalanya di meja kantin. Dia tak malu ada banyak orang di kantin. Bahkan, mungkin dia jadi tontonan. Kalila yang duduk di sebelahnya tersenyum tipis. "Harus sabar dong, Tiara. Tujuan kita kuliah 'kan untuk belajar. Jadi, tugas itu anggap saja ujian dan latihan untuk menuju kesuksesan." "Yap benar banget lo. Tetapi, tetap saja deh Syalilla. Gue pusing. Masa tiap hari gue lembur buat tugas." Tiara lalu menegakkan tubuhnya. Tampa sengaja kedua matanya menatap pergelangan tangan kanan Kalila yang terbuka. "Eh tunggu, di mana gelang lo?" "Ha? Gelang?" Kalila menatap Tiara penuh pertanyaan. Tiara mengernyitkan dahi. "Lo lupa atau gimana?" Perkataan Tiara menelaknya. Kalila sangat gugup sek

