51-Sahabat

1751 Kata

Kalila menatap sekeliling tempat tinggalnya yang sekarang. Sudah dua hari dia berada di sini, tetapi pikirannya tetap mengarah kepada keluarganya. Ingin sekali tinggal di sana, tetapi hati mengekangnya untuk menetap di sini saja. Karena dia sadar diri, jika dia dicari maka dia akan kembali. Jika sebaliknya, dia memilih di sini saja. Memang begitulah hidup. Jika tak lagi diharapkan, maka jalan satu-satunya adalah pergi. Keegoisan membuat semuanya berantakan, dan inilah faktanya. Dia tak bisa berbuat apa-apa selagi membahagiakan diri sendiri. Hari ini dia memutuskan untuk ke dokter, cek kesehatannya. Setelah mandi dan bersiap-siap, tak lupa masker untuk melindungi hidung dari polusi udara. Dengan naik angkot, Kalila menuju rumah sakit terdekat. Disisi lain, Syakilla yang mengajak Tiara b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN