Syakilla tersenyum manis menatap anak-anak yang begitu semangat belajar. Besok akan ada komunitas pencinta lingkungan di sini. Semua warga sudah mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan mereka. Apalagi kepala desa yang senang jika ada yang menyorot potensi desa ini yang lebih kepada perkebunannya. Katanya mereka akan membantu dan berbagi pengalaman di sini. Syakilla tentu merasa senang dan tak sabar ingin bertemu dengan mereka. "Sepuluh dikurangi enam, berapa Bu? Kepala Airin pusing, males mikir ah," ujar anak beramput kepang. Syakilla tersenyum. Lalu berjalan ke meja Airin dan menunjukkan jari-jarinya sambil meminta Airin untuk berhitung. "Airin punya permen sepuluh, lalu enam permen Airin dikasih ke ibu guru. Tinggal berapa hayo?" tanya Syakilla dengan senyuman jahil. "Tetapi, A

