20-Merasa Bersalah

1339 Kata

Kuliah-kerja-rebahan-main ponsel, hal yang tak pernah hilang dari hidup Kalila. Hanya saja mereka tak tahu bahwa dirinya kerja. Untungnya selama ini tak ada yang mengenali dirinya saat bekerja sehingga membuatnya semakin nyaman dan aman. Libur kuliah dia putuskan untuk bekerja dan mematikan ponsel. Yang terpenting dia sudah memberi kapar Fauzan lewat ponsel Syakilla. Dia kini sedang tertawa bersama teman-teman saat melayani pembeli. "Habis pulang kerja tuh enaknya ke warung Pak Somad. Kau tahulah sana, beli dua gratis satu. Kau dan Nina beli, aku yang gratisan." Nina melotot tak terima. "Enak kali hidupmu! Bayar sendiri semua! Lagian porsinya dikit, mana kenyang. Aku juga gak suka tempe penyet. Sukanya ayam geplek." "Woi, bukan ayam geplek, ayam geprek!" "Oh ayam geprek toh, maklum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN