Gladis sudah sampai didepan rumah sakit. Matanya masih menatap ke dalam yang ramai dengan pengunjung. Ia menghela nafas sekali lagi lalu menatap Ian. "Abang pulang duluan aja. Nanti Gladis naik ojek online aja." "Ya udah, terserah kamu aja. Abang juga sedikit ribet sama urusan. Hati-hati nanti ya." Gladis mengangguk, "Dah bang." Mobil Ian melaju meninggalkan rumah sakit, Gladis sekali lagi menatap rumah sakit itu kemudian berjalan masuk menuju meja resepsionis. "Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?." "Em, sus. Ruang atas nama Bara dimana ya?." "Bara apa kalo saya boleh tau?." Gladis menggaruk pipinya, "Saya gak tau nama manjangnya. Tapi dia korban kecelakaan sekitar seminggu yang lalu." "Sebentar ya saya coba periksa dulu." "Iya sus, dia anak sekolahan dekat sini kok." "Baik

