"Dimana anjeun? anu sanés ngantosan ieu." "Oke." Haskara memutuskan sambungan lalu meraih kunci motor serta tak lupa jaket hitam. Di lihatnya, Lia tengah tertidur di tengah-tengah kasur dengan gaya yang entah apa itu. Haskara hanya bisa terkekeh kecil lalu keluar dari kamar. Ia pikir pamannya sudah tidur, ternyata laki-laki itu berada diruang nonton dengan siaran sepak bola. "Mau kemana kamu?." "Ada urusan sebentar." "Jam segini?." Haskara hanya menghedikan bahunya lalu pergi meninggalkan sang paman. "Jangan lama-lama!"pekik paman. Haskara mengacungkan jempolnya. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Udara dingin yang terasa jelas hingga ke tulang. Cowok itu menancapkan gasnya meninggalkan rumah dengan kecepatan sedikit lebih tinggi. Saat melintasi rumah Gladis, ia bisa mel

