20. Sedih

1045 Kata

Gladis sudah menunggu Ian sejak tiga puluh menit yang lalu, tapi laki-laki itu tak kunjung datang. Gladis sudah berkali-kali menghubungi tapi tak diangkat. "Ish males banget sumpah." Sebuah mobil hitam mengkilat berhenti tepat didepan Gladis. Cewek itu mengerutkan dahi bingung, ia pikir itu mobilnya, tapi ia tak punya mobil seperti itu. Tak lama, kaca mobil terbuka. Menunjukkan rombongan Farah yang menatap nya dengan remeh. Gladis malas menanggapi, karna mood nya tengah buruk lantas kembali menunduk menatap ponselnya. Terdengar suara tutupan pintu mobil tak urung membuat Gladis mendongak. "Aku sarani untuk jauhi para most wanted di sekolah ini." Gladis tersenyum kecil, "Apa itu ada urusannya dengan kalian?."tanyanya masih dengan menunduk. "Gak usah belagu jadi anak baru." "Kayakny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN