19. Siapa dia?

994 Kata

Haskara berlari mengejar Gladis. Tapi lari gadis itu terlalu cepat hingga ia kehilangan jejak. Begitu sampai di kelas ternyata ia tak menemukan Gladis. "Dimana kamu?."gumam Haskara. Seseorang menepuk pundak Haskara membuat nya menoleh. "Ngalihkeun, kuring badé lebet." Haskara mengangguk kecil kemudian menggeser tubuhnya. Karna tak menemukan Gladis didalam kelas, lantas ia kembali menyusuri koridor. "Tapi tadi larinya ke arah sini."gumamanya. Tiba-tiba terlintas dalam pikirannya adalah rooftop. Dengan cepat ia berlari menuju tangga rooftop. Dan benar, gadis itu ada disana, duduk disofa lusuh dengan menekuk kedua kakinya. "Gladis." Gadis itu tak merespons. Haskara bisa melihat kedua bahu gadis itu yang bergetar. "A-apa semua benar?." Gladis sekuat tenaga menahan isak tangis nya. Ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN