Karna keadaan nya sudah membaik. Kini Gladis sudah bertengger diteras menunggu Ian yang tengah mengambil jaket di kamarnya. Gadis itu bergoyang kekanan dan kiri dengan rambut yang sengaja ia geraikan. Tin tin. Suara klakson motor membuat Gladis menatap orang yang berhenti didepan rumahnya. "Motor merah?." gumam Gladis dengan dahi yang sedikit mengkerut. Orang itu turun dari motir lalu melepaskan helm nya. "Hai." "HASKARA?." Gladis terpekik. "Apaan sih dek, masih pagi,gak enak didenger tetangga."Ian keluar dari dalam dengan kesal. "Eng ituu..." "Eh, Haskara." Haskara membuka gerbang rumah Galdis lalu masuk menghampiri keduanya. "Pagi bang." "Pagi. Tumben nih?." Haskara tersenyum kecil, hal yang baru pertama kali Gladis lihat. "Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan." gumamn

