17. Abang ngeselin

1060 Kata

Pagi ini, Ian tengah menemani Gladis. Selepas membersihkan diri. Ia mandapati seorang suster rumah sakit yang tengah meletakkan sarapan untuk Gladis. Seperti biasa, gadis itu masih tertidur bak putri. "Mas, ini sarapan sama obat buat nona nya." "Makasih mbak, letakkan disitu aja." Wanita itu mengangguk, "Permisi." Ian membuka tirai jendela hingga matahari langsung masuk. Mematikan pendingin ruangan membuat Gladis menggeliat didalam selimutnya. "Ma tutup dulu, masih ngantuk." Ian menatap Gladis malas, "Bangun dek. Ini udah pagi." Gladis merengek lalu menarik selimut menutupi sleuruh tubuhnya. "Masih ngantuk bang." "Sarapan dulu, itu sudah dianterin." "Iya nanti." "Kamu harus minum obat." "Iya tau. Aduh bang, diem dulu. Ngantuk ni." Ian menghela nafas, lalu meraih ponselnya dan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN