Pagi ini Gladis sudah berada di teras tengah memasang sepatunya. Sementara Ian tengah memanasi mobil. Gladis tampak bersemangat sekali, bangun setengah jam lebih awal dari biasanya, mandi lalu bersiap. "Abang, ayo." seru Gladis. "Yaampun dek, sabar. Abang lagi panasi mobil." Gladis manyun, ia menggenggam tali tasnya sembari menggoyangkan tubuhnya. Tak lama, Mala keluar bersama Hardian. "Sudah mau berangkat?." "Belum pa, nunggu abang panasi mobil dulu." Hardian mengangguk, "Papa berangkat dulu ya." ujar laki-laki paruh baya itu sembari mencium puncak kepala Gladis lalu bergantian mencium dahi sang istri. "Ulu uluu... Co cweet..." goda Gladis. Hardian dan Mala terkekeh. "Hati-hati, pa." "Papa pergi dulu. Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumsalam." Hardian sudah memasuki mobil lalu meni

