sebuah Ancaman

1415 Kata

Back to Alina "Kamu merasa ga sih, pembantu Tante Tety itu aneh." ujar Lea, saat kami baru saja pulang dari rumah Mama Tety. Sejak Mama pulang dari rumah sakit, aku menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumahnya walau sekali seminggu. Itupun ditemani Lea juga Ubay, ada rasa sungkan juga bertamu ke rumah mantan. Padahal niatnya hanya untuk bertemu Mama. Tapi, takut nanti justru jadi fitnah. "Aneh, gimana?" "Kayak bukan pembantu gitu. Kalau Asisten rumah tangga biasanya terlihat dari pembawaannya. Lebih sopan, nurut, dan suka bersih-bersih." "Ga semua juga, Lele! Kadang ada yang jadi ART karena terpaksa. Padahal ga ada bakat dan kemauan. Cuma butuh uang." sahut Ubay yang tengah menyetir. "Tapi, ini beda lho. Kayak ga ada aura seorang pembantu." "Hahaha, ada-ada aja lu! Segala pembantu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN