Suara kokok ayam samar-samar menembus jendela kamar, membawa serta sejuknya udara pagi kota Bandung. Perlahan, kelopak mata Max terbuka, disambut bias cahaya mentari yang malu-malu menyapa dari celah gorden. Ia meregangkan tubuhnya, merasakan otot-otot yang sedikit linu namun dipenuhi kebahagiaan semalam. Aroma sabun dan sampo yang lembut menusuk hidungnya, membuatnya tersenyum tanpa sadar. Pandangannya kemudian tertuju pada sosok anggun yang duduk di depan meja rias. Isabella, istrinya, dengan rambut hitam legam yang masih basah dan tergerai indah, tengah dengan telaten menyisirnya. Uap tipis mengepul lembut dari helai-helai rambutnya, menciptakan aura kelembutan yang memukau. Max masih ingat jelas bagaimana Isabella terlihat begitu memesona semalam, di malam pertama yang terasa begi

